Blog  

Safridhal Resmi Pimpin Dinas Peternakan Aceh, Bawa Misi Perkuat Ketahanan Pangan

BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, resmi melantik Drh Safridhal sebagai Kepala Dinas Peternakan Aceh dalam prosesi pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (27/2/2026) malam.

 

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat sektor peternakan sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus motor penggerak kemandirian ekonomi daerah.

Drh Safridhal sebelumnya dikenal sebagai Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagan Raya dengan rekam jejak panjang di bidang kesehatan hewan, pengembangan populasi ternak, hingga tata kelola manajemen peternakan daerah. Pengalaman teknis dan kedekatannya dengan masyarakat peternak dinilai menjadi modal penting dalam mendorong transformasi subsektor peternakan di tingkat provinsi

Ia menggantikan Zalsufran yang telah lama mengemban amanah memimpin Dinas Peternakan Aceh. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menghadirkan energi baru dalam menjawab berbagai tantangan sektor peternakan yang semakin kompleks.

Penunjukan Safridhal juga dipandang sebagai representasi kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela) dalam struktur kepemimpinan Pemerintah Aceh, sekaligus memperkuat keseimbangan pembangunan antarwilayah di bawah kepemimpinan Mualem

Dengan latar belakang dokter hewan serta pengalaman lapangan yang kuat, Safridhal diharapkan mampu merumuskan kebijakan peternakan berbasis potensi lokal, memperkuat rantai produksi, serta meningkatkan daya saing komoditas ternak Aceh di pasar regional maupun nasional.

Ke depan, sejumlah agenda strategis menanti kepemimpinan baru tersebut, mulai dari peningkatan populasi ternak, penguatan sistem kesehatan hewan, hilirisasi produk peternakan, hingga stabilisasi harga daging guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada momentum Meugang, Idul Fitri, dan Idul Adha secara berkelanjutan.

Sejumlah kalangan menilai, sosok Safridhal menjadi figur tepat untuk menakhodai Dinas Peternakan Aceh pada fase penguatan ketahanan pangan daerah saat ini. Kombinasi pengalaman birokrasi, kapasitas teknis, serta pemahaman terhadap kebutuhan peternak diyakini mampu membangkitkan kembali marwah sektor peternakan Aceh sebagai pilar ekonomi rakyat dan sumber kesejahteraan petani ternak di seluruh wilayah provinsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *