MEULABOH — Pelaku usaha peternakan di Aceh Barat bersiap naik kelas. Dinas Peternakan Provinsi Aceh menggembleng belasan pengusaha lokal lewat pelatihan khusus di sebuah hotel kawasan Meulaboh, guna menyulap produk ternak daerah agar makin higienis, berizin resmi, dan bernilai jual tinggi.
Langkah ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan persiapan besar menyambut lonjakan permintaan bahan pangan dari program strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Safridhal, menegaskan bahwa peternak lokal harus mengambil peran utama dan tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Para pelaku usaha lokal diharapkan siap menjadi pemasok utama yang menyediakan produk peternakan berkualitas tinggi, sehat, legal, dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh,” tegas Safridhal, Kamis.
Incar Standar ASUH dan Sertifikasi NKV
Sebanyak 15 peserta dari berbagai bidang—mulai dari pembuat bakso, pengolah kulit, hingga peternak unggas pedaging dan petelur—digembleng untuk menguasai standar ASUH (Aman, Segar, Utuh, dan Halal).
Tak hanya urusan dapur dan sanitasi, Pemerintah Aceh juga mewajibkan pengusaha mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) demi jaminan keamanan konsumen.
“Dengan adanya NKV, pengawasan ke depan akan jauh lebih mudah. Kami sangat berharap para pelaku usaha berkomitmen penuh,” tambah Safridhal












